Tujuan Puasa Dalam Agama Islam Menurut Kitab Fiqih

Baca Juga

Ramadhan

Tujuan Puasa Dalam Agama Islam Menurut Kitab Fiqih. Tujuan puasa adalah untuk mengembangkan kualitas kesalehan ( taqwa ), lahir dan batin, dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan melatih diri untuk mengendalikan pikiran dan keinginan kita. Puasa adalah latihan spiritual yang sangat berarti yang bermanfaat bagi kita dalam tubuh, pikiran, dan hati.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, berpuasa ditentukan untuk Anda seperti yang ditentukan bagi orang-orang sebelum Anda agar Anda menjadi orang benar.
Surat al-Baqarah 2: 183
Kata taqwa dalam ilmu fiqih berasal dari akar kata yang berarti "untuk menjaga" dan itu secara beragam diterjemahkan sebagai kesadaran, dan kesalehan. Puasa dimaksudkan untuk menanamkan kualitas berbudi luhur ini dalam diri kita dan kebajikannya yang terkait dengan karakter yang baik, kemurahan hati, kesabaran, kemurnian hati, dan seterusnya. Dengan cara ini, berpuasa bertindak sebagai perisai yang melindungi kita dari dosa dan akhirnya dari hukuman Allah di akhirat.
Utsman bin Abi Al-'As berkata: Rasulullah, mengatakan:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْقِتَالِ
Puasa adalah perisai dari Neraka seperti perisai salah satu dari Anda dalam pertempuran.
Sunan Ibn Mājah 1639, Kelas: Sahih
Ada tiga tingkat puasa yang sesuai dengan komponen lahiriah dan batiniahnya: tidak makan dan minum, tidak melakukan dosa, dan menjauhkan diri dari pikiran buruk.
Al-Ghazali menulis:
اعلم أن الصوم ثلاث درجات صوم العموم وصوم الخصوص وصوم خصوص الخصوص وأما صوم العموم فهو كف البطن والفرج عن قضاء الشهوة كما سبق تفصيله وأما صوم الخصوص فهو كف السمع والبصر واللسان واليد والرجل وسائر الجوارح عن الآثام وأما صوم خصوص الخصوص فصوم القلب عن الهضم الدنية والأفكار الدنيوية وَكَفُّهُ عَمَّا سِوَى اللَّهِ عز وجل بالكلية
Ketahuilah bahwa ada tiga derajat puasa: puasa rakyat biasa, puasa elit, dan puasa elit elit. Adapun puasa orang-orang biasa, itu melatih perut dari memenuhi keinginannya seperti yang telah disebutkan. Adapun puasa para elit, itu menahan pendengaran seseorang, penglihatan, lidah, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari dosa. Adapun puasa elit elit, itu adalah puasa hati dari keprihatinan yang tidak layak dan pikiran duniawi dan menahannya sepenuhnya dari segala sesuatu selain Allah yang Maha Tinggi.
Sumber: Iḥyāʼ Ulūm al-Dīn 1/234
Oleh karena itu, kita harus secara khusus berhati-hati untuk menjaga diri kita dari segala jenis dosa ketika kita sedang berpuasa. Kita harus meninggalkan pidato tidak bermanfaat dan secara khusus berdebat dengan orang lain. Jika ada orang yang mencoba berdebat dengan kita saat kita berpuasa, kita seharusnya hanya menanggapi dengan mengatakan kita sedang berpuasa.
Abu Huraira berkata: Rasulullah, damai dan berkah besertanya, mengatakan:
إذا أصبح أحدكم يوما صائما فلا يرفث ولا يجهل فإن امرؤ شاتمه أو قاتله فليقل إني صائم إني صائم
Ketika salah satu dari Anda terbangun di pagi hari untuk berpuasa, maka ia seharusnya tidak menggunakan bahasa cabul atau berperilaku tidak peduli. Jika ada yang memfitnahnya atau mencoba berdebat dengannya, dia harus berkata: Sungguh, saya sedang berpuasa. Memang, saya sedang berpuasa.
Sumber: Ṣaḥīḥ Muslim 1151, Kelas: Sahih
Manfaat Berpuasa Dalam Ilmu Fiqih !
Ada beberapa hal yang orang islam tidak mengetahuinya, dalah satunya manfaat puasa bagi kita orang islam yang menjalankan. puasa merupakan perintah allah yang harus kita jalankan tepat pada bulan ramadhan, nabi juga mengajarkan dengan berpusa senin - kamis setiap minggu.
Dalam ilmu fiqih dijelaskan bahwa manfaat berpuasa itu sangatlah banyak, terutama untuk kesehatan badan. Berikut manfaat berpuasa : 
  1. Dengan berpuasa kita akan dapat lebih mengontrol diri untuk berbuat dosa.
  2. Menyehatkan badan. Sebab saat kita berpuasa pola makan kita akan teratur, dan itu otomatis membuat gizi dari setiap makanan kita dapat dis serap secara optimal oleh tubuh.
  3. Membuat kita terjauhkan dari segala godaan setan

Related Posts:

0 Response to "Tujuan Puasa Dalam Agama Islam Menurut Kitab Fiqih"

Post a Comment