Tata Cara Wudhu - Rukun dan Syarat Sahnya

Baca Juga

Wudhu ialah hal yang wajib kita lakukan sebelum melakukan amalan-amalan fardhu. Seperti misalnya : shalat . Namun, adakalanya wudhu itu menjadi sunnah. Seperti misalnya : memperbaharui wudhu. Lalu, bagaimana tata cara wudhu yang benar?

Sebelum kita membahas tentang tata cara wudhu, mari kita bahas dulu tentang apa itu wudhu. Wudhu menurut bahasa ialah membersihkan diri. Dan menurut istilah ialah menggunakan air dengan cara tertentu dan pada bagian tertentu dengan niat menghilangkan hadats kecil.

Nah disitu ada yang dimaksud dengan hadats. Apa itu hadats? hadats ialah keadaan badan yang kotor dan tidak suci, dan bisa dibersihkan dengan wudhu. Itu bila hadats kecil. Dan bila hadats besar maka kewajiban kita ialah mandi wajib/junub

Tata cara wudhu

Wudhu sendiri selain berfungsi untuk menghilangkan hadats kecil, ia juga mempunyai keutamaan. Salah satu keutamaan wudhu ialah menghapus dosa.

Allah berfirman :

إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِق وَامْسَحُوْا بِرُؤُسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya : "Ketika kamu semua ingin menjalankan shalat, maka basuhlah wajah, kedua tangan hingga siku, usaplah kepalamu, dan kedua kakimu hingga pergelangannya" (Q.S Al-Maidah : 6)

Ayat tersebut ialah perintah Allah. Namun karena pedoman kita ialah ijma' dan qiyaz, maka kita harus mentaati tata cara para ulama' terdahulu.

Namun, sebelum kita melakukan wudhu maka kita harus mengerti dulu syarat sahnya wudhu.

شُرُوْطُ الْوُضُوْءِ عَشْرَةٌ أَلْإِسْلَامُ وَالتَّمْيِيْزُ وَالنِّقَاءُ عَنِ الْحَيْضِ وَالنِّفَاسِ وَعَمَّا يَمْنَعُ إِلَى الْبَشَرَةِ وَاَنْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْعُضْوِمَا يُغَيِّرُ الْمَاءَ الطَّهُوْرُ وَ الْعِلْمُ بِفَرْضِيَّتِهِ وَاَنْ لَا يَعْتَقِدَ فَرْضًا مِنْ فُرُوْضِهِ سُنَّةً وَدُخُوْلُ الْوَقْةِ وَالْمُوَالَاةُ لِدَائِمِ الْحَدَثِ

Syarat sahnya wudhu :

  • Islam, selain orang islam percuma atau tidak sah melakukan wudhu.
  • Tamyiz, tamyiz ialah bisa membedakan antara yang benar dan yang salah.
  • Suci dari haidz
  • Suci dari nifas
  • Tidak ada perkara yang menghalangi masuknya air ke dalam kulit. Misalkan saja minyak, oli, atau cat minyak dan lainya.
  • Tidak ada anggota tubuh yang bisa yang bisa membuat air menjadi berubah. Misalkan saja, anggota kita terkena darah, atau habis memegang daging busuk.
  • Mengerti akan kefardhuan wudhu. Maksudnya ialah mengerti anghota yang wajib dibasuh. Yaitu muka, kedua tangan, sebagian kepala, dan kedua kaki.
  • Tidak meyakinkan kefardhuan wudhu menjadi sunnah. Misalkan saja kita yakin membasuh kedua kaki itu sunnah.
  • Sudah masuk waktunya shalat.
  • Berlanjut atau cara membasuh bagian badan kita itu terus menerus. Tidak terhalangi oleh waktu yang lama untuk orang yang mempunyai hadats . Misalkan saja ada orang beser  (kencing terus menerus) maka ketika ia melakukan wudhu harus langsung mengerjakan shalat.
Itulah syarat sahnya wudhu yang tidak boleh di tinggalkan meski hanya satu syarat saja. 

Lah untuk selanjutnya yaitu rukunya wudhu, menurut kitab safinatunnajah ialah sebagai berikut :

فُرُوْضُ الْوُضُوْءِ سِتَّةُ اَشْيَاءَ اَلنِّيَّةُ عِنْدَ غَسْلِ الْوَجْهِ وَغَسْلِ الْوَجْهِ وَغَسْلِ الْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَمَسْحُ بَعْضِ الرَّئْسِ وَغَسْلِ الرِّجْلَيْنِ إلَى الْكَعْبَيْنِ وَالتَّرْتِيْبِ عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ

Fardhunya wudhu ialah sebagai berikut :

  • Niyat dikala membasuh muka. Niyatnya ialah berada di dalam hati. Adapun niat dalam lisan hanya sebagai pembantu saja.
Niyatnya sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
  • Membasuh muka
  • Membasuh kedua tangan hingga siku
  • Mengusap sebagian kepala
  • Membasuh kedua kaki hingga pergelangan kaki
  • Tertib atau berurutan
Adapun sunnahnya wudhu ialah

وَسُنَنِ الْوُضُوْءِ عَشْرَةُ اَشْيَاءَ التَّسْمِيَّةُ وَغَسْلُ الْكَفَّيْنِ قَبْلَ إِدْخَالِهِمَا الْإنَاءِ وَالْمَضْمَضَةُ وَالْإِسْتِنْشَاقُ وَمَسْحُ جَمِيْعِ الرَّأْسِ وَمَسْحُ الْأُذُنَيْنِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا بِمَاءٍ جَدِيْدٍ وَتَخْلِيْلِ الِّحْيَةِ الْكِثَّةِ وَتَخْلِيْلِ الْأَصَابِعِ الْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ وَتَقْدِيْمِ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى وَالطَّهَرَةُ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَالْمُوَالَاةُ

  • Membaca bismillah ketika niat
  • Membasuh kedua telapak tangan sebelum dimasukkan ke tempat air
  • Berkumur - kumur
  • Memasukkan air ke dalam hidung
  • Mengusap semua kepala
  • Membasuh kedua kuping bagian luar dan dalam
  • Membasuh jenggot baik yang tebal atau tipis
  • Membersihkan sela-sela jari
  • Membersihkan sela-sela kaki
  • Mendahulukan bagian anggota kanan
  • Melakukan segala amalan dengan tiga kali
  • Berturut - turut atau terus menerus
Itulah tata cara wudhu beserta rukun dan syarat sahnya wudhu. Semoga bermanfaat.

Related Posts:

0 Response to "Tata Cara Wudhu - Rukun dan Syarat Sahnya"

Post a Comment