Menyambut Bulan Ramadhan dan Kisah Zulkarnain

Baca Juga

Ramadhan Karim

Pada masa Khalilullah Ibrahim as hidup seorang raja yang sangat agung dan bijaksana. Ia adalah Zulkarnain. Dan sang raja Zulkarnain ini mempunyai patih yang juga sangat bijaksana bernama Khidzir.

Menurut mufassir Ibnu Jarir At - Thabari dalam kitab tafsir At - Thabari, Zulkarnain muda dahulunya ialah anak tunggal dari warga paling miskin di kota Romawi. Namun, dalam keseharianya ia bergaul dengan para perwira kerajaan dan juga bergaul dengan pemuda-pemuda dan para wanita yang baik budinya. Tak mengherankan jika kemudian ia menjadi pemuda yang memiliki otak pintar. Baik, ilmu politik, teknologi, ilmu teknik dan juga taktik perang.

Zulkarnain muda ini selalu gelisah, melihat pada masa itu selalu terjadi perang antara kerajaan Persia dan Romawi. Maka, kemudian ia memiliki misi untuk menyatukan antara dua kerajaan tersebut.

Perihal Zulkarnain ini juga ditulis dalam Al Qur'an surat al - kahfi ayat 83

وَيَسْئَلُوْنَكَ عَنِ ذِى الْقَرْنَيْنِ ٠ قُلْ سَئَتْلُوْا عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا ٠ إِنَّ مَكَّنَّ لَهُ فِى الْأَ رْضِ وَاَتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيئٍ سَبَبًا

Artinya : "Wahai Muhammad, mereka bertanya kepadamu mengenai Zulkarnain. Katakanlah : aku akan menceritakan kepadamu sedikit tentang perihalnya. Sesungguhnya kami telah memberikan kepadanya kekuasaan di bumi perihal menjayakan sesuatu yang diperlukanya. (Q.S Al kahfi : 83)

Sedikit cerita tentang Zulkarnain. Bahwasanya dahulu Raja Zulkarnain mempunyai misi menaklukan kerajaan persia. Sebelum berangkat berperang, ia berpesan kepada para prajuritnya. " Wahai para prajuritku, kita dalam perjalanan nantinya akan melewati sungai. Maka, nantinya ambillah segala apapun yang kalian injak di dalam sungai tersebut . "

Lalu, selesai berpesan raja Zulkarnain kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk memulai keberangkatannya. Tak lama kemudian, rombongan tersebut akhirnya sampai di tepian sungai yang dimaksud oleh sang raja dalam pesannya tadi.

Dalam menyeberangi sungai tersebut, karena sungainya cukup luas, akhirnya rombongan tersebut terbagi menjadi tiga golongan.

Golongan pertama, tak mengambil apapun yang mereka injak. Alasanya ialah, bahwa yang mereka injak hanyalah batu saja.

Golongan kedua, mereka menyeberangi sungai sambil terkadang mereka mengambil apa yang mereka injak. Namun hanya ala kadarnya saja.

Golongan ketiga, mereka melewati sungai sambil mengambil segala sesuatu yang mereka injak, hingga tas mereka penuh.

Lalu, setelah melewati sungai, sang raja kemudian mengumpulkan para prajurit tersebut, dan masih dengan golongan saat menyeberangi sungai tadi.

Raja heran , pada golongan pertama, karena mereka tak mengambil apapun apa yang mereka injak. Lalu ketika beralih kepada golongan kedua sang raja agak senang , karena mereka menuruti apa yang ia pesan. Barulah ketika sang raja beralih pada golongan ketiga, sang raja amat senang, karena rombongan prajurit tersebut sangat taat dengan perintah beliau.

Ketika sang raja pergi, mereka heran, mengapa sang raja amat senang ketika melihat tas-tas kita. Lalu kemudian mereka membuka tas nya. Dan diketahuilah bahwa apa yang mereka ambil di sungai tadi, ternyata adalah berlian.

Prajurit golongan satu sangat susah mendapati kenyataan tersebut, mereka juga menyesal karena tak menuruti perintah rajanya. Golongan kedua juga agak menyesal, karena mereka hanya ala kadarnya menuruti perintah raja. Dan golongan ketiga, akhirnya sangat senang, meskipun tadinya mereka kepayahan mentaaati perintah raja.

Sebenarnya, cerita tersebut mempunyai qiyaz untuk kita dalam menghadapi bulan Ramadhan.

Golongan pertama : mereka menyambut bulan Ramadhan dengan acuh tak acuh. Atau tak peduli sama sekali akan datangnya bulan ramadhan. Ketika yang lain puasa, mereka tidak melaksanakanya. Ketika yang lain Shalat tarawih, mereka tak pernah mempedulikanya. Maksiat mereka tetap jalankan baik judi, minum-minuman keras dll. Pokoknya mereka tak peduli sama sekali akan datangnya bulan ramadhan.

Golongan kedua : Prajurit golongan kedua ini menyambut bulan ramadhan ala kadarnya. Atau dianggapnya bulan ramadhan ini biasa saja. Sama seperti orang lain pada umumnya, ketika yang lain puasa, mereka juga ikut puasa. Dalam hatinya, "ah yang penting aku menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi laranganya". Selain itu maksiat seperti ghibah, zina mata dan maksiat kecil lainya tetap mereka jalankan.

Golongan ketiga :
Mereka menyambut bulan Ramadhan dengan amat senang dan bahagia. Ketika ramadhan tiba, mereka langsung memakai pakaian yamg bersih, memakai wangi-wangian, berangkat ke masjid dan menjalankan shalat tarawih sesuai tuntunan Rasulullah saw. Tak cukup hanya itu saja, selesai shalat tarawih mereka tadarus Al qur'an dam pada malam hari mereka juga melakasanakan shalat tahajud.

Mereka benar-benar memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik mungkin, sedekah, zina mata ,ghibah dan lainya mereka tinggalkan. Karena mereka tahu bahwa Bulan ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan keberkahan.

Hingga pada akhirnya, golongan ketiga ini bisa mendapati bulan Syawal arau hari raya dengan penuh kemenangan sejati.

Dalam ramadhan ini ada waktu spesial yang waktu itu sulit dijumpai pada bulan lainya, yaitu waktu berbuka dan waktu sepertiga malam.

Waktu berbuka adalah waktu yang dimana pada bulan lainya waktu itu tidak ada. Ketika bulan ramadhan, maka waktu itu menjadi waktu yang sangat spesial, karena waktu tersebut bisa kita gunakan untuk bersedekah dengan orang lainya. Karena, jika bukan bulan ramadhan kita akan sulit menjumpai orang yang berbuka puasa. Apalagi mengingat manfaat sedeqah amat besar, salah satunya ialah sedekah bisa mengurangi dosa kita bahkan menghapus dosa kita.

Baca : Keutamaan sedekah

Yang kedua ialah waktu sepertiga malam, jika dihitung waktu tersebut akan jatuh pada saat jam 2 pagi. Jika pada bulan biasa atau bukan bulan ramadhan, pada saat jam tersebut kita akan sulit untuk bangun. Berbeda, ketika bulan Ramadhan, jam 2 pagi ialah waktu dimana kita bersiap untuk sahur, maka kita bisa menyempatkan diri untuk melakukan shalat tahajud.

Karena, jika melihat fadzilahnya waktu sepertiga malam adalah waktu paling ijabah. Artinya, jika kita berdoa di waktu tersebut maka doa akan mudah dan bahkan pasti di ijabah (diterima) oleh Allah swt.

اِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَعَةً لَيُوَفِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْئَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ اَمْرِ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيّاهُ وَذَالِكَ كُلِّ لَيْلَةٍ
Artinya : "Disuatu malam, terdapat sebuah waktu yang bila seorang muslim memanjatkan doa pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhirat bertepataan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberikan segala sesuatu yang ia minta. Hal ini berlaku untuk setiap malam. " (H.R. Bukhari Muslim no 757)

Maka dari itu, kita sebaiknya introspeksi diri. Kita berada dalam golongan yang mana puasa tahun kemaren, dan jangan sampai puasa atau ramadhan kali ini sama dengan ramdhan tahun kemaren. Harus ada perubahan dan peningkatan.

Semoga bermanfaat.


Related Posts:

3 Responses to "Menyambut Bulan Ramadhan dan Kisah Zulkarnain"

  1. blognya bagus untuk dijadikan referensi cerita untuk anak-anak,terus bikin postingan bgini yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kaka' , doakan semoga bisa terus mengembangkan blognya ya

      Delete
  2. Bermanfaat gan, thanks infonya. semoga puasa kita diterima yaa :)

    ReplyDelete