Kisah Shalatnya Para Sahabat

Baca Juga


Shalat merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Baik dalam keadaan apapun dan bagaimanapun, shalat tetap harus dijalankan. Hal ini juga berlaku bagi para sahabat nabi. Dan tak jarang, ketika mereka shalat, kekhusyukan mereka membuat orang lain kagum. Karena para sahabat tahu akan fungsi shalat .

Dari Mujahid r.a. menceritakan tentang shalatnya Abu Bakar dan Abdullah bin Zubair r.hum. , "jika mereka telah berdiri tegak untuk shalat, mereka laksana kayu yang terpaku ke bumi." Mereka tidak bergerak sedikitpun selain gerakan shalat. Menurut alim ulama, Ibnu Zubair r.huma. mempelajari shalat dari Abu Bakar r.a. dan Abu Bakar r.a. mempelajarinya dari Nabi saw langsung.

Tsabit r.a berkata , "jika Abdullah bin Zubair berdiri shalat, ia laksana kayu yang ditancapkan ke bumi ." seseorang berkata, "Demikian lama Ibnu Zubair sujud tanpa gerak sedikitpun, sehingga burung-burung hinggap tenang diatas punggungnya. Ia pernah ruku' demikian lama dari awal malam hingga shubuh tiba. Kadangkala, ia menghabiskan malamnya hanya dengan sujud. "

Pernah suatu saat, Ibnu Zubair r.huma. shalat di masjid dalam suatu pertempuran. Tiba-tiba, salah satu dinding masjid tertimpa batu yang runtuh. Sebagia bongkahan dinding melayang diantara janggut dan tenggorokanya. Namun, ia tidak goyah dan tidak memendekkan ruku' serta sujudnya.

Pada waktu yang lain, ketika ia sedang shalat, Hasyim anaknya tidur di sisinya. Tiba-tiba seekor ular terjatuh dari atap dan membelit anaknya. Anak itu menjerit, sehingga seisi rumah panik dan berlarian mendatanginya, akhirnya mereka berhasil membunuh ular itu, tetapi Ibnu Zubair r.huma tetap tenang dalam shalatnya. Setelah salam ia bertanya, "tampaknya ada keributan. Apakah yang telah terjadi?" istrinya menjawab, "semoga Allah merahmatimu. Anak ini hampir mati dan engkau tidak mengetahuinya. " sahutnya, "celakalah aku, jika memalingkan perhatian dari shalat. Bagaimana jadinya shalatku? " (kitab hidayah dan lainya)

Ketika Umar bin Khattab r.a.  ditikam pisau yang menyebabkan ia wafat, darah terus mengalir dari lukanya. Sehingga, ia sering tidak sadarkan diri. Walaupun demikian keadaanya, jika dikatakan kepadanya bahwa waktu shalat telah tiba, ia segera mengerjakanya. Dalam keadaan seperti itu, ia berkata "Tidak ada bagian dalam islam bagi orang yang meninggalkan shalat "

Utsman bin Affan ra sering sepanjang malam shalat, hingga ia mengkhatamkan al qur'an hanya dalam satu rakaat.

Sedangkan kebiasaan Ali ra jika tiba waktu shalat tubuhnya akan bergetar dan wajahnya memucat. Sehingga seseorang bertanya, "mengapa keadaanmu seperti ini?" telah tiba saatnya bagiku untuk menunaikan amanat yang diberikan Allah kepadaku, yang enggan diterima langit, bumi, dan gunung. " (Muntakhab)

Seseorang bertanya kepada Khalaf bin Ayub r.a , "apakah lalat-lalat tidak mengganggumu ketika shalat?" jawabnya, "seorang fasik yang dicambuk karena tertangkap polisi, ia akan berusaha bersabar tanpa bergerak sedikitpun, dan ia akan membanggakan dengan berkata, 'walaupun aku dipukuli, aku tidak bergerak sedikitpun, ' Lalu bagaimana hanya karena lalat?"

Ketika akan shalat, Muslim bin Yasar ra berkata kepada keluarganya, "teruskanlah pembicaraan kalian, aku tidak akan tahu apa yang kalian bicarakan" suatu ketika ia shalat di masjid Jami' Bashrah. Tiba-tiba sebagian tembok masjid runtuh. Orang-orang pun berlarian dan ribut berkumpul disana, tetapi ia tidak mengetahui apapun yang terjadi.

Hatim Asham ra ditanya tentang bagaimana ia shalat. Ia menjawab "jika waktu shalat tiba, setelah berwudhu aku berjalam ke tempat shalat. Lalu aku akan duduk sejenak hingga seluruh tubuhku tenang. Kemudian aku berdiri memulai shalat. Saat itu kubayangkan Ka'bah ada dihadapanku dan kakiku seolah-olah berada di atas Shirat, surga di sebelah kananku, dan neraka di sebelah kiriku. Dan terbayang, malaikat pencabut nyawa berada di belakangku. Aku merasa inilah shalatku yang terakhir. Kemudian aku akan berusaha mengerjakan shalat dengan khusyu' dan khudhu' dan aku berada di antara dua perasaan yaitu takut dan harap. Apakah shalatku selama ini diterima?" (ikhya')

Related Posts:

0 Response to "Kisah Shalatnya Para Sahabat"

Post a Comment