Kisah Sahabat Nabi - Tanya Jawab Said bin Jubair dan Hajja bin Yusuf

Baca Juga

Gubernur Hajjaj bin Yusuf

Hajjaj bin Yusuf adalah seorang gubernur dzalim. Walaupun pada masa kekuasaanya ia turut menyebarkan agama dengan kedzalimanya, jika dibandingkan dengan pemimpin yang adil dan beragama, maka ia termasuk pemimpin yang paling buruk.

Said bin Jubair r.a. dan Ibnu Asy'ats telah bersekutu menentang Hajjaj bin Yusuf. Hajjaj bin Yusuf adalah gubernur Raja Abdul Malik bin Marwan. Dan Said bin Jubair ialah ulama besar yang termasyhur.

Orang-orang pemerintahan sangat membenci Said bin Jubair, karena perlawanan yang selalu ia lakukan. Terutama Hajjaj bin Yusuf.

Hajjaj pernah mengalahkan Said , tetapi Said r.a. diam-diam bisa meloloskan diri dan lari ke Makkah. Akhirnya , sang gubernur mengutus seorang pemerintahan untuk menuju  Makkah dan membuat suatu pengumuman. Isi pengumuman tersebut ialah, "Bahwa barangsiapa melindungi Said bin Jubair, maka ia dalam bahaya. Gubernur sendiri jika menjumpai Said maka ia akan membunuhnya . "

Singkat cerita maka, Said bin Jubair r.a. akhirnya bisa tertangkap di Makkah. Lalu ia dikirim menuju gubernur Hajjaj.

Sang gubernur pun mulai menumpahkan kemarahanya.
Hajjaj : "Siapa namamu?"
Said    : "Namaku Sa'id"
Hajjaj : "Anak siapa?"
Said.   : "Anak Jubair."

Said artinya orang baik, Jubair artinya sesuatu yang sudah diperbaiki. Walaupun nama ini sudah baik, namun Hajjaj tidak menyukainya. Ia berkata, "Bukan, namamu ialah Syaqi bin Kusair. " Syaqi artinya orang jahat, dan Kusair artinya sesuatu yang sudah pecah.

Said : "Ibuku lebih mengetahui namaku daripada kamu"

Hajjaj : "Kamu orang jahat dan ibumu juga orang jahat"

Said : "Ada yang lebih mengetahui hal yang gaib selain kamu. " (yaitu Allah yang maha mengetahui hal yang ghaib)

Hajjaj : "Lihatlah, kamu akan mati tetpotong-potong"

Said : "Ibuku telah memberiku nama dengan benar"

Hajjaj : "Sekarang akan aku tukar kehidupanmu dengan mengirimmu ke neraka"

Said : "Jika aku tahu bahwa ini adalah kekuasaanmu, tentulah kamu akan disembah."

Hajjaj : "Bagaimana aqidahmu sebagai pengikut Rasulullah?"

Said : "Beliau adalah nabi pembawa rahmat dan Rasulullah saw yang telah dikirim ke seluruh alam dengan membawa nasihat yang sempurna."

Hajjaj : "Bagaimanakah pendapatmu tentang para Khalifah?"

Said : "Aku bukan pengawas mereka, setiap orang punya tanggung jawabnya masing-masing."

Hajjaj : "Apakah aku mengatakan tentang mereka baik atau buruk?"

Said : "Bagaimana aku mengatakan tentang hal yang tidak aku ketahui? Aku hanya mengetahui tentang diriku."

Hajjaj : "Siapakah diantara mereka yang paling kamu sukai?"

Said : "Orang yang paling diridhai oleh Allah."

Hajjaj : "Siapakah orang yang paling diridlai oleh Allah?"

Said : "Itu hanya diketahui oleh Yang Maha Memegang hati manusia dan memiliki seluruh rahasia."

Hajjaj : "Ali berada di surga atau neraka?"

Said : "Jika aku telah pergi ke surga dan neraka, lalu mengetahui isinya maka aku baru dapat menjawabnya"

Hajjaj : "Pada hari kiamat aku termasuk orang yang bagaimana?"

Said : " Aku tidak mengetahui tentang hal yang ghaib"

Hajjaj : "Kamu tidak jujur padaku"
Said : "Aku tidak berbohong kepadamu"
Hajjaj: "Mengapa kamu tidak pernah tertawa?"

Said : "Tidak ada yang patut ditertawakan. Bagaimana mungkin manusia dapat tertawa sedangkan ia terbuat dari tanah. Dan kita akan dibangkitkan pada hari kiamat , dan setiap siang dan malam kita selalu dalam fitnah dunia"

Hajjaj : " Kalau aku suka tertawa"

Said : "Jika demikian , kita memang diciptakan dalam keadaan yang berbeda "

Hajjaj : "Aku adalah pembunuhmu"

Said : "Penciptaku telah memutuskan penyebab kematianku "

Hajjaj : "Aku lebih dicintai oleh Allah daripada kamu "

Said : "Aku tidak mau mendahului Allah sebelum aku mengetahui derajatku sendiri. Allahlah yang mengetahui hal-hal yang ghaib."

Hajjaj : "Mengapa aku tidak memberanikan diri. Padahal aku berada di pihak raja dan kamu termasuk golongan orang yang pembangkang. "

Said : "Aku tidak memisahkan diri dari jamaah, aku tidak menyukai fitnah. Dan apa yang telah menjadi takdirku aku tidak mampu menolaknya"

Hajjaj : " Apa yang kami kumpulkan untuk Amirul mukminin, bagaimana menurutmu ?"

Said : "Aku tidak tahu apa yang kamu kumpulkan"

Lalu Hajjaj menyuruh pelayanya mengeluarkan emas, perak pakaian dan lain-lain. Lalu harta itu diletakkan dihadapan Sa'id.

Hajjaj : "Apakah yang kami kumpulkan ini tidak baik?"

Said : "Tentu itu semua hal yang baim jika kamu tunaikan kewajibanya"

Hajjaj : "Apa kewajibanya?"

Said : "Kewajibanya ialah belilah sesuatu dengan harta ini yang dapat memberikan keamanan pada hari kiamat, ketika semua manusia berada dalam kebingungan. Pada hari ketika ibu menyusui melupakan bayinya, pada hari ketika wanita hamil menjadi keguguran, selain itu seseorang tidak dapat memperoleh sesuatu yang lebih bermanfaat kecuali kebaikan"

Hajjaj : "Apakah yang kami kumpulkan ini tidak baik?"

Said : "Kamu yang mengumpulkanya, tentu kamu lebih mengetahuinya"

Hajjaj : "Apakah ada diantara benda itu yang kamu sukai ?"

Said : " Apa yang disukai Allah, itulah yang aku sukai"

Hajjaj : " Binasalah kamu"

Said : "Kebinasaan hanyalah bagi orang yang dijauhkan dari surga dan dilemparkan oleh Allah ke neraka"

Hajjaj gelisah, "katakanlah kepadaku, bagaimana caranya aku membunuhmu?"

Said : "Terserah dengan cara apa saja yang kamu sukai seperti engkau membunuh dirimu sendiri"

Hajjaj : "Apakah aku harus mengampunimu?"

Said : "Ampunan adalah milik Allah, ampunanmu tidak bermanfaat sedikitpun"

Hajjaj menyuruh algojonya  "bunuhlah dia"

Lalu Said diseret keluar oleh algojo dan dia hanya tertawa.

Hajjaj kembali bertanya : "mengapa kamu tertawa?"

Said : "Aku mengagumi keberanianmu kepada Allah dan kasih sayang-Nya kepadaku"

Hajjaj menyuruh algojonya, "potonglah lehernya dihadapanku"

Said : "Ijinkanlah aku shalat dua rakaat terlebih dahulu"

Said melaksanakan shalat dua rakaat lalu menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Lalu ia berdoa ,

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا وَمَآ آنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
"sesungguhnya aku hadapkan diriku kepada Allah yang menciptakan lagit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah" (Q.S. Al - An'am  : 79)

Hajjaj : "Palingkan wajahnya dari kiblat. Arahkan wajahnya ke kiblat orang-orang nasrani, karena ia telah memecah belah kaum muslimin dan telah menimbulkan perselisihan diantara mereka"

Wajah said dipalingkan dari kiblat dan Said pun berdoa ,


فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ
"Kemana kamu palingkan wajahmu, disitu aku menemui tuhanmu " (Q.S Al - Baqarah : 115)

Hajjaj : "Bunuh dia "

Said lalu membaca dua kalimah syahadat dan ia berpesan kepada Hajjaj. "wahai Hajjaj, jika nanti pada hari kiamat aku berjumpa denganmu, aku akan menuntutmu"

Lalu Said pun mati syahid,

Setelah kematianya, banyak darah mengalir dari tubuhnya, sehingga Hajjaj kaget. Dan ia pun bertanya kepada Tabibnya.

Tabib pun menjawab, "Itu karena ketenangan hati Said. Sedikitpun ia tidak takut akan kematianya. Berbeda dengan darah orang yang takut menghadapi kematian, maka darahnya akam membeku sebelum ia mati.

Sumber : kitab Al- Amanat wal Wasiat

Related Posts:

0 Response to "Kisah Sahabat Nabi - Tanya Jawab Said bin Jubair dan Hajja bin Yusuf"

Post a Comment