Kisah Alquran - Orang Mati 100 tahun Kemudian Hidup Kembali

Baca Juga

Uzair Hidup Kembali
Didalam Al-Quran surat At-Taubah : 30 ada sebuah cerita menarik. Yaitu tentang seseorang bernama Uzair. Uzair ini dikenal orang yang doanya selalu dikabulkan oleh Allah swt.

Suatu hari, Uzair masuk ke kebunya. Dalam kebun itu, dipenuhi pohon-pohon yang hijau, rimbun, berbuah banyak dan mudah dipetik. Dalam kebun, burung-burung ramai bernyanyi. Uzair dalam kebun, menikmati suasana damai dan menghirup nuansa keindahan dalam kebun.

Setelah puas menikmati kedamaian dalam kebun, tak lupa ia mengisi keranjang dengan buah seperti anggur, dan tin. Kemudian ia pun pulang ke rumah dengan menaiki keledainya.

Dalam perjalanan pulang, ia memikirkan rahasia penciptaan alam dan merenungi keagungan wujud yang di miliki oleh Allah. Karena terlalu asyik, maka Uzair pun tersesat. Ia tiba-tiba lupa arah jalan. Dan serasa arahnya kacau.

Tanpa disadari, ia tengah berada di perkampungan yang hancur. Tak ada yang tersisa dalam perkampungan itu, selain bekas kehidupan dan piring yang berserakan diantara tulang belulang yang remuk dan hancur.

Uzair kemudian turun dari keledainya, meletakkan keranjangnya dan menyandarkan punggungnya. Ia beristirahat disana sambil menikmati semilir angin dan berusaha memulihkan kesadaranya kembali.

Uzair memikirkan, bagaimana mayat itu akan dibangkitkan, bagaimana semua tubuh yang hancur itu akan dihidupkan setelah semuanya dimakan tanah dan menjadi debu yang dibasahi hujan.

Setelah itu, pikiran Uzair menemui jalan buntu. Ia tak mampu merenungkan semua kemungkinan itu. Kedua matanya mulai terpejam, lututnya lemas dan kemudian ia mulai memasuki alam mimpi.

Seratus tahun pun telah berlalu. Anak-anak Uzair telah menjadi tua. Bangsa-bangsa telah hilang, dan berbagai bangunan telah hancur. Sementara itu, tubuh Uzair yang tanpa ruh masih telentang di tempatnya. Tulang belulangnya telah bercerai dan persendianya telah lepas. Akan tetapi, Allah menginginkan Uzair menjadi penerang manusia. Uzair ditugaskan untuk mengatasi masalah yang sedang hangat di perdebatkan. Masalah yang tak pernah terjawab dengan jelas. Yaitu tentang kebangkitan manusia setelah kematian.

Allah kemudian mengumpulkan tulang belulang Uzair, lalu menyempurnakan penciptaanya dan meniupkan ruh kepadanya. Tiba-tiba Uzair bangun dengan bentuk yang sempurna dan bahkan lebih segar.

Kemudian, sesosok malaikat mendekatinya dan bertanya, "Menurutmu berapa lama engkau tidur wahai Uzair?"

Uzair pun menjawab, "Aku tertidur setengah hari atau sehari "

Malaikat itu kemudian menjawab, "tidak, sesungguhnya engkau telah tertidur selama seratus tahun. Rintik hujan telah menyiramimu, air mengguyurmu, angin menerpamu dan waktu telah beranjak jauh melintasimu. Meskipun begitu, makananmu masih utuh, dan minumanmu pun tak berubah. Akan tetapi lihatlah, keladaimu tinggal tulang belulang. Persendianya pun telah hancur. Allah swt ingin agar engkau melihat bagaimana makhluk hidup dibangkitkan kembali dan agar engku semakin meyakini tentang hari kiamat, meyakini tentang hari kebangkitan, dan juga agar imanmu semakin kuat. Dan satu lagi, engkau juga mempunyai tugas penting yaitu mengeluarkan manusia dari kesesatan dan menjelaskan dasar-dasar keimanan yang samar bagi mereka "

Uzair kemudian menoleh dan ternyata keledainya kini telah berdiri dengan empat kakinya.

Uzair kemudian berkata " Aku yakin Allah maha kuasa atas segala sesuatu " (Q.S Al Baqarah : 259)

Uzair kemudian mengambil keledainya dan menyusuri jalan rumahnya. Meskipun jalan menuju rumahnya kini telah berubah akan tetapi, ia masih ingat dan mengenalinya.

Setibanya disana, Uzair menjumpai seorang nenek. Nenek itu telah renta, nenek itu juga buta dan lumpuh. Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata nenek renta itu adalah budak Uzair yang saat ditinggalkan masih anak-anak.

Uzair bertanya kepada si nenek , "apakah ini rumah Uzair ?"

"Benar ini rumah Uzair" jawab si nenek.

Kemudian si nenek itu menangis tersedu-sedu. Air matanya jatuh berderai, dan kemudian nenek itu berkata lagi ,"Uzair telah pergi dan orang-orang telah melupakanya. Sudah lama aku tidak menjumpai orang yang berbicara tentang Uzair. Baru saat ini aku mendengar namanya disebutkan kembali."

Uzair berkata, "Aku adalah Uzair. Allah telah mematikanku selama seratus tahun dan menghidupkanku kembali."

Nenek tua itu terguncang dan tak percaya, bagaimana mungkin ada orang yang telah mati selama seratus tahun namun hidup kembali.

Lalu sang nenek berkata, "Uzair adalah orang shaleh, doanya selalu dikabulkan. Setiap ia berdoa pasti dikabulkan dan setiap ada orang sakit meminta kesembuhan, pasti Allah menyembuhkan si sakit. Jika memang benar engkau adalah Uzair, maka berdoalah kepada Allah swt  agar dia  menyembuhkan tubuhku. "

Lalu Uzair berdoa untuk si nenek. Dan seketika nenek tua itu bisa melihat kembali dan sehat seperti sedia kala dan bahkan lebih segar. Nenek itu kemudian mencium kaki dan tangan Uzair dan bergegas lari menuju kaum bani Israel.

Di antara kaum bani Israel ada anak cucu Uzair yang sebagian berusia lima puluhan. Dan ada juga yang sudah renta tak bisa apa-apa. Nenek itu tiba-tiba datang dan berteriak "Uzair yang kurang lebih seratus tahun lalu hilang, kini dikembalikan lagi oleh Allah dalam rupa lelaki muda wajahnya lebih segar"

Uzair kemudian menemui mereka. Akan tetapi mereka mengingkari bahwa yang berdiri dihadapan mereka adalah Uzair. Namun mereka penasaran dengan cerita si nenek.

Lalu seorang anak Uzair berkata, "Bapakku mempunyai tanda di pundaknya yang dengan tanda itu, ia bisa dibedakan dan dikenali. "

Kemudian memeriksa pundak Uzair, dan ternyata ada tanda yang sama persis seperti yang diceritakam oleh anak tersebut.

Mereka masih tak percaya dan semakin penasaran. Karena itu tetua mereka berkata, "kami mendapat cerita bahwa sejak Nebukadnezar datang ke Baitul Maqdis dan sejak Taurat terbakar di muka bumi hanya segelintir orang yang hapal taurat. Diantara mereka adalah Uzair, bacakanlah kepada kami apa yamg dulu engkau hapal."

Uzair lalu menceritakan kisah tersebut dan mengakhiri dengan membacakan Taurat yang ia hapal.

Berangsur-angsur mereka mulai mempercayainya dan mulai merasa haru, lalu mereka berpelukan. Namun karena kekerasan hati mereka, peristiwa itu tidak membuat mereka semakin beriman, dan bahkan mereka semakin kafir.

Dengan mantap mereka berkata "Uzair itu putra Allah" (Q.S At - Taubah :30)

Kata-kata itu adalah kata-kata ahlul kitab (Yahudi)

Related Posts:

5 Responses to "Kisah Alquran - Orang Mati 100 tahun Kemudian Hidup Kembali"